Story of You
26 March 2013
Category:
Communication Views: 1,049
Comments: 0

Story of You

200303-omag-story-600x411Setiap orang hari saya , Anda atau teman di sebelah anda menyampaikan sebuah cerita..entah itu cerita tentang macetnya jalanan waktu berangkat kantor, ataupun hanya obrolin tentang rekan kerja yang nyebelin…

Kalau pun bukan Anda yang bercerita, mungkin Anda yang mendengarkan orang lain bercerita.

Setiap hari..semua orang bergelimang dengan cerita. Mungkin Anda belum menyadari sebelum ini…tapi tidak setelah Anda membaca artikel ini. Cepat atau lambat Anda akan mulai memperhatikan bahwa semua kita suka mendengarkan orang lain bercerita.

Seorang teman pernah bercerita bagaimana susahnya beruruaan dengan birokrasi pemerintah. Apa apa mesti pakai duit. ” kapan majunya negara ini ? Mau jadi apa ngara ini, kalau dikit dikit mesti nyogok ?
Seorang teman yang lain bercerita pengalamannya menginap di salah satu hotel di daerah setiabudi Bandung…ketika masuk kamar, didapati closet nya ada bercak bercak noda hitam, menunjukkan kurang terawat.

Jika Anda yang mendengarkan 2 cerita diatas apa yang Anda rasakan ?
Senang ? Bahagia ? Tertawa ?
Jelas bukan…apa pun nama perasaannya sudah jelas bukan perasaan yang positif.
Dan perasaan biasanya selalu menular.

Pertanyaan sekarang adalah cerita apa yang disampaikan orang lain tentang produk Anda ?
Apa yang diceritakan customer tentang rumah sakit Anda ?
Apa yang diceritakan customer tentang pelayanan di hotel Anda ?
Apa yang diceritakan pelanggan setelah mencicipi makanan di restoran Anda ?
Puaskah mereka..atau….mmmm…….

Cerita seperti apa yang akan dibawa pulang oleh customer Anda ?

Tentu saja pelayanan yang baik (servise excellence ) akan meninggalkan kesan yang baik.
Apakah cukup cuma service excellence by procedure saja ? karena banyak yang melakukan service excellence hanya karena prosedur saja. Itu belum cukup kalau Anda ingin membuat pelanggan Anda berkicau baik tentang produk/jasa Anda.

Sehari setelah lebaran, tiba-tiba AC mobil saya yang masih berumur 4 bulan, berbunyi berisik sekali. Besoknya saya langsung bawa ke bengkel resmi di daerah Halim. Disana saya merasa beruntung karena dilayani dengan sangat baik oleh seorang service advisor, anggaplah namanya Budi. Budi ini berkata : “ selamat pagi Pak…gimana lebarannya Pak ? ga mudik nih Pak ?” Menurut saya ini bukan sapaan yang standar. Dia mencoba untuk membangun percakapan dengan saya. Dan terus terang saya merasa nyaman dengan service advisor ini. Perasaan nyaman ini tentu saya bawa pulang dan saya ceritakan ke orang lain.

Baik saja tidak cukup, kalau orang lain ingin bercerita tentang produk atau jasa Anda. Ingat TIDAK CUKUP !
Kalau Anda ingin orang bercerita tentang produk Anda, Anda mesti MERANCANG dengan sengaja, skenario apa yang Anda ingin customer ceritakan ke orang – orang diluar sana .
Bagaimana cara “merancang cerita yang melekat” di pikiran dan hati customer terlalu panjang kalau di bahas di artikel ini. Ada beberapa pola dan teknis yang biasanya akan kita praktekkan langsung di training komunikasi dan service excellence. Karena itu yang dirasakan oleh beberapa klien kami yang telah berhasil membuat cerita menarik untuk konsumennya. Cepat atau lambat, Anda akan tau caranya setelah Anda merasakan sendiri di ruang training nanti.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>