6 Kesalahan Berkomunikasi
18 March 2014
Category:
Blog
Communication Views: 2,196
Comments: 0

6 Kesalahan Berkomunikasi

Dalam sebuah bisnis dunia profesionalisme, cara bicara kita termasuk, nada, pitch, dan suara sangatlah penting, dan secara dramatis mempengaruhi bagaimana bos dan rekan kerja memandang kita.

Karena sulitnya mengetahui kesalahan Sendiri pada saat bebicara, kami berkonsultasi dengan beberapa ahli untuk mengidentifikasi kesalahan penyampaian yang paling bermasalah, dan bagaimana untuk menghindarinya.

6 Kesalahan Berkomunikasi

6 Kesalahan Berkomunikasi

1. Tergagap atau mengulang kata

Kata “um,” “er” dan lain-lain sangat sering digunakan secara rutin dalam percakapan sehari-hari, sehingga sering luput dari perhatian. Tapi kata itu tetap keluar ketika digunakan dalam konteks profesional.

Kata tersebut dinamakan dengan “suara jeda.” Seorang pembicara yang memakai kata ini biasanya karena mereka takut kehilangan pendengar mereka. Justru sebaliknya, pembicara yang terlalu sering menggunakan kata “ums” dan “UHS” cenderung akan kehilangan audiens mereka lebih cepat.

2. Berbicara terlalu cepat

Pidato yang cepat adalah efek umum dari saraf, dan dapat membuat pembicara sulit untuk diikuti. Hal tersebut sangat buruk jika digunakan dalam presentasi, ketika kejelasan sangatlah penting.

Pembicara yang terburu-buru sering berakhir “bergumam, dan menelan” kata mereka sendiri. Untuk mengatasi hal ini, ambillah napas sebelum mulai berbicara. Tindakan sederhana menciptakan istirahat alami dalam berbicara dan membantu orang untuk memperlambat cara bicara.

3. Berbicara terlalu pelan

Masalah lain dari seorang pembicara adalah belajar untuk berbicara pada volume yang benar. Kemampuan seseorang untuk berbicara tergantung pada jenis suara. Misalnya, suara bernada tinggi secara alami penyampaiannya lebih baik dan lebih jauh dari pada yang bernada rendah. Namun, memiliki timbal balik.

Para ahli mengatakan cara memperbaiki volume yang baik adalah bernapas dengan baik. Masalah penyampaian cenderung terjadi ketika orang memperketat, penyempitan pita suara mereka dan mencegah kelancaran arus udara.

4. Suara serak atau vokal fry

“Suara serak” atau “vokal fry” terjadi ketika aliran udara di tenggorokan seseorang menjadi terganggu, dan suara pada saat berpidato berderit.

Vocal fry sebaiknya dihindari dengan terlebih dahulu menyadari ketika Anda akan berbicara atau pidato dan kemudian melakukan pencegahan dengan melakukan pelatihan nafas yang cukup sebelum berbicara.

5. Uptalk, atau pernyataan ungkapan sebagai pertanyaan

Hal lain dalam pidato dikenal sebagai uptalk – mengakhiri sebuah pernyataan dengan nada ke atas sehingga terdengar seperti pertanyaan bahkan ketika itu bukan sebuah pertanyaan.

Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita. Uptalk sering digunakan adalah ketika orang mengatakan nama orang lain.

“Sering kali orang akan bertanya sebagai pertanyaan, seolah-olah mereka tidak yakin.” Dengan melakukan hal tersebut biasanya pembicara merasa lebih percaya diri.

Pembicara yang sering melakukan Uptalk harus membuat catatan dan berusaha mempertahankan nada bicaranya agar tidak naik pada akhir kalimat.

6. Berbicara dengan suara monoton

Tidak ada yang berubah, penonton diam seperti melihat presenter yang membosankan. Salah satu kesalahan berbahasa terburuk adalah pembicara yang menggunakan suara monoton.

Tapi bukan berarti meninggikan dan merendahkan nada suara, melainkan menambahkan beberapa derajat variasi dalam nada dan warna kalimat Anda. Dan cara termudah untuk mencapai efek itu adalah dengan bernapas dan rileks.

Jika Anda dapat berbicara dengan santai, Anda sudah menjadi seorang pembicara yang profesioanl.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>